Ingin sekali rasanya bersekolah di sekolah yang seragamnya tidak ketat serta menormalisasi penggunaan ciput dan kerudung yang syar'i (menutup dada).
Menginjak kelas 3 SMP, aku mulai mencari-cari tahu batasan-batasan aurat karena memang materi itu seingatku tidak pernah diajarkan secara formal di sekolahku, pun dari lingkungan sekitar juga tidak ada awareness atas perkara tersebut. Sampai suatu waktu aku sadar kalau caraku memakai kerudung belum benar. Memang saat itu aku sudah memakai kerudung r*bbani yang menutup dada, tapi bagian poni masih terlihat alias jipon. Ditambah lagi, saat itu memang aturannya baju harus dimasukkan ke dalam rok (roknya model span) sehingga, maaf, jika naik tangga atau lari akan terlihat “nyeplak”. Lalu aku berpikir,
“Ini rambut di dahi tetap aurat ga sih walaupun cuma keliatan dikit doang?”
“Trus ini juga seragamnya keknya terlalu ketat deh”
Dari situ terbesitlah keinginan untuk memakai ciput atau dalaman hijab. Fyi, dulu di SMP tidak ada murid satu pun yang mengenakan ciput, jadi aku awalnya belum berani pakai, hanya sekadar terpikir saja.
Maybe some of you guys are wondering kenapa tiba-tiba aku belajar tentang batasan-batasan aurat saat itu. Jadi ceritanya ketika libur semester mau naik kelas 3 aku “hijrah” dari K-pop beserta kawan-kawannya (tidak kuceritakan detailnya karena akan panjang) dan mulai lebih mempelajari Islam semampuku hehe.
Oke, back to the story, libur semester 1 menuju semester 2 pun tiba. Karena lagi gabut, aku iseng memotong rambut dan poni sendiri di rumah tanpa sepengetahuan orang lain (saat itu pengen punya poni seperti Lisa bp wkwk). Namun, seperti dugaan kalian, poninya gagal dan cuma sampai setengah dahi. Akhirnya aku punya ide buat memangkas poni sampai abis alias botak. Iya botak.
“ini keknya kalau aku pangkas sampe habis rambutku gabakal keliatan lagi dan nanti ga perlu mikirin pake ciput deh”
Awalnya memang berhasil, rambutku ga jipon pas pakai kerudung, tapi tentu saja beberapa hari berjalan rambutku mulai tumbuh lagi dan itu kan baby hair gitu yah, jadinya benar-benar terlihat sangat jelek dan ga rapi. Akhirnya libur semester pun selesai dan mau ga mau aku harus pakai ciput untuk menutupi bagian poniku yang botak itu. Sesampainya di sekolah, benar saja, saat aku lewat, hampir semua orang menatapku dan entah apa persepsi mereka saat itu. Hal itu membuatku sedikit tidak percaya diri, jadi setiap habis wudhu aku bakal selalu sembunyi di dalem mukena temenku buat pakai ciput karena malu aja rasanya kalo diliatin orang lain pas lagi pake ciput. Benar-benar merasa minoritas di tengah mayoritas hehe. Dari situlah muncul keinginan kalau nanti SMA aku pengen cari yang seragamnya longgar dan menormalisasi pemakaian ciput.
Mendekati kelulusan SMP, aku sangat bingung karena belum menemukan sekolah yang cocok, sedangkan banyak juga yang menyarankan aku untuk melanjutkan ke SMA 1 saja karena memang sekolah tersebut merupakan sekolah favorit di kabupaten, terus juga deket, dan tentunya banyak dari temanku yang meneruskan ke situ. Fyi, memang kebanyakan anak SMP 1 (sekolah aku) akan meneruskan ke SMA 1 as their first option. Tapi aku ga mau kalau harus ke SMA karena culture berpakaiannya akan sama saja.
Pada suatu hari, aku menemukan postingan MAN 2 tentang aturan seragam di explore Instagram. Setelah aku lihat postingan tersebut, ternyata seragam perempuan tidak perlu dimasukkan ke dalam rok dan cukup longgar, ditambah lagi mereka pakai kerudung berciput yang menutup dada. Aku langsung suka sekali sama seragamnya, tapi ada sedikit keraguan karena sekolah ini berada di kabupaten lain yang which is aku tidak familiar dengan daerah tersebut. Lalu pada hari Jumat, di sore hari aku menonton video profil di youtube MAN 2 dengan resolusi yang rendah. Terus aku teringat bahwa jika kita berdoa di hari Jumat sore itu, bakal mudah diijabah sama Allah.
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
‘Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba Muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’
[HR. Abu Dawud]
Kemudian aku berdoa sambil merem
“ya Allah kalau memang sekolah ini yang terbaik bagi hamba, semoga videonya jadi jernih aamiiin”
Pas aku buka mata videonya beneran jadi jernih dong, padahal sebelumnya aku setting di resolusi yang rendah. Dari situ aku yakin banget buat daftar ke MAN 2.
Jadi beberapa pertimbanganku saat memilih sekolah dulu adalah:
Seragam (alasan utama). Aku benar-benar suka dengan seragamnya yang sopan dan penggunaan ciput di sana yang sangat dinormalisasi. Bahkan saat Pramuka, memakai ciput adalah hal yang diwajibkan, jadi aku senang sekali karena tidak perlu merasa malu atau dikatain ukhti-ukhti hanya karena memakai ciput.
Aku tidak merasa diriku akan berkembang jika terus berada di lingkungan yang sama. As I said before, kebanyakan siswa dari SMP-ku akan meneruskan ke SMA tersebut sehingga temannya akan itu-itu saja dan paling-paling hanya berbeda kelas nantinya (i love my close friends tho). Sedangkan aku dulu pribadi yang cukup pemalu dan karena itu juga mungkin aku ga ada prestasi sama sekali. Muncullah keinginan untuk berada di lingkungan baru di mana tidak ada orang yang mengenalku dan mengubah image menjadi lebih pemberani.
Ada yang nge-crushin aku dan dia bakal nerusin ke SMA itu, jadi aku pengen menghindar. Kebetulan saat itu aku sudah tahu kalau ternyata pacaran itu dilarang dalam Islam, jadi aku berusaha sebisaku untuk tidak dekat dengan lawan jenis.
Siapa sangka, dengan bersekolah di MAN, banyak sekali opportunity yang mungkin tidak akan aku dapatkan jika bersekolah di tempat lain. Juga, aku merasa lebih menjadi pemberani karena tidak ada orang yang kukenal di situ, sehingga membuatku harus bersosialisasi dengan banyak orang baru. Oh iya, opportunity yang aku maksud itu lomba-lomba seperti olimpiade yang akhirnya membukakan jalanku untuk mendapatkan beasiswa. Di MAN 2, kegiatan-kegiatan lomba itu sangatlah didukung sehingga memudahkan aku untuk fokus di situ. Bagi yang belum tahu, aku dulu mendapatkan undangan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) angkatan 1 karena menjadi salah satu finalis nasional OSN Kebumian. Detailnya tidak kuceritakan di sini karena panjang, jadi kalian bisa lihat salah satu postingan yang aku pin yah!
Poin utama yang ingin aku sampaikan adalah ketika kita meningkatkan takwa, which means berusaha meninggalkan yang Allah larang dan mengikuti perintah-Nya, Allah bakal kasih jalan terbaik bahkan rezeki yang tidak disangka-sangka.
Surat At-Talaq Ayat 2
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا…….
…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Surat At-Talaq Ayat 3
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…
Di case ini, misalnya, aku berusaha semampuku untuk bisa memakai ciput dan pakaian yang longgar, kemudian Allah kasih petunjuk serta kemudahan untuk menemukan sekolah yang sesuai. Lalu atas ikhtiar (mengikuti lomba-lomba), lingkungan yang supportif, dan tentu saja atas izin Allah, aku bisa mendapatkan undangan beasiswa yang aku bahkan tidak menyangka itu ada. Karena teman-teman, beasiswa ini tahun sebelumnya tidak ada dan baru dibuat programnya di tahunku saat itu, jadi aku merupakan angkatan pertama. Dari perjalanan panjang tersebut, aku merenung dan sadar bahwa keinginan awal untuk menutup aurat itulah yang secara tidak langsung menuntun dan membukakan jalanku untuk bisa berkuliah di luar negeri.
Tidak bosan-bosan aku mencantumkan ini
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik”
(HR. Ahmad).
Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjawab pertanyaan teman-teman tentang mengapa aku memilih MAN daripada sekolah yang lain.
Jika kalian membaca sampai di sini, pastilah Allah yang menggerakkan hati kalian.
Semua kebenaran dalam tulisan ini berasal dari Allah dan segala kesalahan berasal dari diriku sendiri.
May Allah forgive me and allow you to forget anything incorrect I said.
Allahumma Aamiiin…
Barakallahufikum, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jazakillaha khairan, semoga anti selalu istiqomah dan dijaga niat untuk semata menulis sesuatu / upload sesuatu karena Allah kak..
Thank u for sharing kak.. memilih untuk botakin poni biar gak jipon is kinda wild tho hehe.