Having a crush on someone alias suka sama seseorang itu nggak dilarang kok dan merupakan hal yang sangat wajar, tetapi yang seringkali menjadi masalah adalah bagaimana cara kita bersikap atas rasa suka tersebut. Apakah dengan rasa suka itu kita menjadi semakin dekat dengan Allah atau malah sebaliknya? Karena bisa saja rasa kagum itu memang Allah taruh untuk menguji apakah kita lebih mencintai ciptaanNya atau memilih ridhaNya.
Kita mulai dari membahas tentang batasan berinteraksi dengan lawan jenis dulu ya.
Di masa sekarang ini tentu saja kita tidak bisa menghindari interaksi dengan lawan jenis entah itu di sekolah, kuliah maupun di lingkungan kerja. Boleh-boleh saja kok berinteraksi jika sifatnya profesional seperti work related, studies related, dsb dengan mutual respect tentunya.
Tapi kalau ga ada kepentingan dan malah sering main bareng, ngobrol becandaan, atau bahkan curhat-curhat an, biasanya satu diantara atau ngga dua-duanya ada nyimpen rasa. It will be revealed eventually, tinggal nunggu waktu aja. Karena hakikatnya ga ada friendship antara cewe dan cowo itu yang pure, ga akan bisa jadi sahabat dekat/bestie.
Silahkan jika ada yang berbeda pendapat.
Di situasi dimana tidak ada kejelasan tapi dua orang sudah terlanjur dekat dan menaruh perasaan satu sama lain ini dinamakan apa teman-teman? Yak betul hts. Jika sudah begini akan ada dua kemungkinan nantinya, either mereka akan pacaran yang mana kita tahu ini merupakan perbuatan yang Allah larang
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةًۭ وَسَآءَ سَبِيلًۭا
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (Quran 17:32)
Atau mereka akan jadi asing which is bakal ada pihak yang merasa sakit hati karena sudah terlanjur attached atau menaruh harapan. Intinya tidak ada outcome positif dari berinteraksi dengan lawan jenis secara berlebihan. Oleh karena itu kita harus bisa set boundaries. Jika memang tidak ada keperluan atau hal yang penting sebisa mungkin hindari berinteraksi, chat apalagi telefon dengan lawan jenis.
“Tapi aku suka banget sama dia, kalau ga aku deketin sekarang terus nanti dia suka sama yang lain gimana?”
Memang ujian banget yah menyukai seseorang sedangkan di sisi lain diri kita juga belum siap untuk menikah. Tapi tenang saja teman-teman, kalau memang kalian berjodoh pasti nanti akan Allah pertemukan di waktu yang terbaik insyaAllah, entah bagaimana caranya, saat kalian sudah sama-sama siap. Untuk teman-teman yang masih bersekolah, berkuliah, atau baru meniti karir, kiranya akan lebih baik jika fokus dulu menuntut ilmu, bekerja, mencari passion, upgrade diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Aku yakin masih banyak hal lain yang bisa kita perbaiki dalam diri kita daripada terus-terusan memikirkan orang yang kita suka. Memang betul kita masih muda, tapi umur ga ada yang tau, sedangkan kematian itu jauh lebih pasti daripada jodoh and even promised in the Quran.
كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
(Quran 3:185)
Toh menikah itu nanti ga cuman modal cinta doang, harus ada knowledge serta kestabilan secara emosional maupun finansial. Jadi hal terbaik yang bisa kita lakukan di situasi yang seperti ini adalah dengan fokus upgrade diri dan tidak memberi akses sedikitpun terhadap apa-apa yang kiranya bisa membuat kita terjerumus ke haram relationship (just friend, hts, apalagi pacaran). Tidak apa-apa sekali jika ada orang yang beranggapan kita aneh atau “terlalu ekstrim”, yang penting Allah ridha sama kita.
“Islam datang dalam keadaan asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing”
(HR. Muslim no.145)
Berikut ini insyaAllah hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjaga diri:
1.Menjaga pandangan dan menutup aurat
Terdengar klise, tapi ini benar, teman-teman, rasa suka itu biasanya dimulai dari pandangan, entah itu in real life maupun di sosial media. Ketika mata melihat yang menarik, itu nanti pasti akan masuk ke hati dan pikiran. Dalam sebuah penelitian para peneliti berhipotesis bahwa terlibat dalam perilaku kontak mata dan sentuhan kasih sayang dapat meningkatkan kadar oksitosin, yang kemudian memfasilitasi keterlibatan emosional dan ikatan lebih lanjut (Schneiderman et al., 2012).
Allah juga sudah memerintahkan dalam Surah An-Nur Ayat 30 dan 31 tentang pentingnya menjaga pandangan baik bagi laki-laki maupun perempuan.
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذٰلِكَ اَزْكىٰ لَهُمْ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ
Artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur: 30)
وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ…
Artinya: “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, ‘Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...’” (QS. An-Nur: 31)
Selain itu, dengan menutup aurat, kita bisa memudahkan lawan jenis dalam menjaga pandangannya. Jadi dua komponen ini sama-sama harus di maintain yah!
2.Hindari curhat tentang masalah pribadi kepada lawan jenis AT ALL COST!
I’m deadly serious about this! Terutama bagi perempuan.
Men and women are bonded very differently.
Perempuan itu pada dasarnya memang lebih mudah attached (tergantung) secara emosional dibandingkan laki-laki. Tidak usah jauh-jauh berinteraksi secara fisik deh, ketika perempuan itu merasa dirinya dimengerti, merasa aman, merasa bahwa “hanya dia yang bisa memahami aku” maka akan ada emotional attachment disitu. Ketika hati mulai bergantung kepada yang selain Allah, pasti akhirnya nanti akan sakit hati akibat ekspektasi terhadap makhluk.
Dalam psikologi teman-teman, ketika seseorang menceritakan masalah pribadi atau rahasianya kepada orang lain, itu bakal menumbuhkan semacam connection. Ikatan ini disebut “the vulnerability loop” dimana nantinya akan terbangun kepercayaan dan kedekatan satu sama lain by exposing each other’s vulnerability (Manné, 2022). Tentu saja ini ga boleh ya sama lawan jenis yang bukan mahram, bisa berpotensi menimbulkan fitnah dan emotional attachment pada tempat yang tidak seharusnya.
3.Hindari kontak fisik
Balik ke penelitian di poin pertama, Schneiderman et al., 2012 bilang kalau sentuhan bisa meningkatkan hormon oksitosin. Hormon ini itu terkait sama sistem dopamine-rich network dan area di otak yang mendukung pembentukan romantic attachment itu sangat kaya akan reseptor oksitosin ini. Jadi menghindari kontak fisik tuh sebagai ikhtiar buat ngejaga kita dari temptation, feelings atau desires buruk yang mungkin awalnya kita ga sadar itu ada.
Rasulullah bersabda:
“Seandainya kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”
(HR. Ath-Thabrani).
“Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.”
(HR. Malik, Tirmidzi, dan An-Nasa’i).
“Gimana kalau misalkan ada yang menyatakan kalau dia suka sama kita tapi di sisi lain kita ga mau pacaran?”
Kita bagi jadi dua case, case pertama ketika seseorang telah terang-terangan menyatakan kalau dia suka sama kita, kemudian case kedua ketika kita tau kalau orang tersebut ada interest tapi belum ada pengungkapan. Ini skenario jika kalian belum siap menikah ya.
Untuk case pertama, kalian bisa tolak dengan bahasa yang baik. Apresiasi dulu atas keberaniannya dalam mengungkapkan perasaaan lalu jelaskan reasoning kalian dalam menolak tanpa menjatuhkan atau membuat lawan bicara merasa malu atau sakit hati. I know it’s not as easy as it seems, apalagi kalau kalian sama-sama suka.
Untuk case kedua, misal nih kalian bisa ngerasain orang ini ada interest dari gaya chatting nya. Ga mungkin dong kalian tiba-tiba cut off orang itu, karena takutnya kita yang kegeeran juga kan. Jadi kalian bisa pura-puraan aja udah punya crush biar orangnya menjauh (pengalaman pribadi and it works hehe). Pernah dulu, aku merasa ada orang yang mencoba mendekati (lewat chat) tapi belum ada pengungkapan. Jadi sebelum itu terjadi, aku masukin dia ke close friend lalu aku post foto cowo dari pinterest dan dikasih caption seolah” yang di foto itu crush aku. Dan sejak saat itu dia berhenti chat” ataupun reply” story without even questioning. Alhamdulillah. Dan sepertinya dugaanku benar, karena beberapa bulan kemudian orang tersebut engaged. Semoga Allah senantiasa memberkahi rumah tangga mereka Aamiiin.
Yakin deh gais kalau kita meninggalkan suatu keadaan for the sake of Allah nanti Allah bakal ganti sama keadaan yang lebih baik. Dilarangnya interaksi yang berlebihan antara lawan jenis itu juga sebab Allah sayang banget sama hambaNya. Allah gamau kita terjerumus dalam hal yang sia-sia dan berpotensi menyakitkan hati.
Lagipula kalau kita benar-benar suka orang itu karena Allah, ga mungkin dong kita malah membuat dia berbuat dosa (karena berpacaran dengan kita) dan menjauh dari Nya?
Pun jika nanti hubungan yang Allah larang itu berakhir di pernikahan, akankah berkah pernikahan tersebut? Bukankah suatu keberkahan hanya bisa didapat dengan cara yang Allah ridhai?
Maka dari itu, jika kita menyukai seseorang sedangkan kita belum siap untuk menikah, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menjauh for the sake of Allah dan mendoakannya agar Allah selalu jaga dia sebagaimana pula kita menjaga diri kita. No other option ya (hts, justfriend, pacaran, dll)!
Berdoa juga biar kita dimudahkan untuk fokus memperbaiki diri, membangun karir, dan mendekatkan diri kepada Allah instead of mikirin dia terus hehe.
Remember, it’s not worth losing your imaan for a temporary pleasure.
Sekian, semoga bisa menjawab pertanyaan dan bisa bermanfaat ya! Semua yang aku tulis ini tentunya juga sebagai reminder terhadap diriku sendiri.
Jika kalian membaca sampai sini, pastilah Allah yang menggerakkan hati kalian.
Semua kebenaran dalam tulisan ini berasal dari Allah dan segala kesalahan berasal dari diriku sendiri. May Allah forgive me and allow you to forget anything incorrect I said.
Allahumma Aamiiin…
Barakallahufikum, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
References
Manné, L. (2022, February 23). The Vulnerability Loop. Lily Manne. https://www.lilymanne.com/journal/the-vulnerability-loop
Schneiderman, I., Zagoory-Sharon, O., Leckman, J. F., & Feldman, R. (2012). Oxytocin during the initial stages of romantic attachment: Relations to couples’ interactive reciprocity. Psychoneuroendocrinology, 37(8), 1277–1285. https://doi.org/10.1016/j.psyneuen.2011.12.021

MasyaAllah, rasanya aku ingin menyukai tulisan ini berkali kali, tolong jangan berhenti menulis ya kak🫶🏻
tenang sekali bacanya MasyaAllah, semoga kita semua selalu berada di jalan nya Allah ya teman teman💗