Tidak sedikit dari kalian yang bertanya tentang gambaran kehidupan setelah kuliah, apakah pernah aku merasakan hilang arah dan sebagainya. Jawaban singkatnya, tentu saja pernah dan saat ini pun masih dalam tahap berusaha mencari arah tersebut heheh.
Beberapa hari yang lalu aku merasa sangat putus asa sekali karena berbagai pressure dan guilt feeling yang kurasakan sampai-sampai tidak bisa tidur karena overthinking parah dan tentu saja menangis wkwk. Setelah kuperhatikan pola dalam diriku, sepertinya perubahan fase (untuk perempuan), terutama lutheal phase sangat memengaruhi mood dan pikiran. Di fase ini biasanya biasanya bikin emosi semakin tidak stabil dan membuat semakin dramatis. Di aku biasanya bikin mikir kek seluruh dunia jahat sama aku padahal mah sebenrnya lagi ga ada apa-apa. Sama juga rasanya pengen ngerepost semua vt2 sedih yang lewat di feed (malu bgt untuk admit ini sebenernya) dan jika beberapa dari kalian ada yang ngeh lupain aja plis T_T.
Btw belakangan ini aku cukup tertarik untuk melakukan riset tentang bagaimana empat fase dalam sebulan yang dimililki oleh kaum perempuan mempengaruhi kehidupan dan pikiran karena menurutku ini sangat berpengaruh (di aku at least). Topik yang menarik untuk tulisan selanjutnya (maybe).
ok back to the topic.
Kemarin aku mulai mempertanyakan
“apasih tujuan ku di dunia ini tu ya Allah?”
“hamba tau hamba diciptainnya buat beribadah, tapikan pasti ada role tertentu buat aku ada di dunia ini”
“tapi apa ya Allah? i feel useless bgt”
Aku memang sedang mencoba untuk mencari tau apa yang ingin aku lakukan sebenarnya, apasih sebenernya passion ku tuh. Apa aku benar-benar suka dengan hal yang kupelajari selama ini, dsb.
Namanya juga jam-jam rawan yah jadi semakin malam pikiran semakin berkecamuk. Sampai kepikiran apa sebaiknya aku ga ada aja? (Astagfirullah jgn ditiru)
Mau bilang mau meninggal aja tapi takut wkwk karena amal belum seberapa dosa masih banyak jadi aku bilang (bisik2 tp) kek
“ya Allah pengen menghilang aja deh bisa ga ya?” “menghilang jd anonymous terus mau tinggal di tempat dimana gaada yang kenal sama aku”
dramatis banget pokonya. Aku baru bisa tidur sekitar jam 3 pagi heheh. Yes, I am in my menstrual phase if you’re guessing.
Oh to be a woman.
Tapi memang lately aku ngerasa kurang bisa memakai waktu dengan baik karena lebih banyak main game (as my coping mechanism) untuk menghidar dari realita. Realita kalau aku sekarang belum jadi versi yang kumau sedangkan orang-orang seems like they already figuring out their life. Memang benar kata orang kalau kehidupan setelah kuliah atau sekolah itu ibaratnya baru awal dari perjuangan. Kita yang biasanya hidupnya teratur dan diatur oleh jadwal kuliah atau sekolah tiba-tiba saja punya banyak waktu luang yang harus kita atur sendiri. Jujur saja itu jauh lebih susah karena kalau kita gabisa pakai waktu luang tersebut dengan baik, either bakal melakukan hal yang sia-sia atau stuck di tempat yang sama tanpa ada perkembangan.
Karena banyaknya waktu yang kupakai dengan kegiatan yang tidak bermanfaat aku jadi merasa jauh dari Allah. Aku gatau ini ada korelasinya atau tidak, mungkin aku bisa research perkara ini kedepannya.
Baru saja beberapa jam sebelum aku menulis tulisan ini, I gain my spark back (ceilahh). Aku memutuskan untuk tidak berlarut-larut dalam kekhawatiran2 yang sebenarnya ku buat-buat sendiri dan tidak nyata. Betapa baiknya Allah karena memberiku hidayah untuk bangkit lagi despite all of my sins. Aku merasa Allah memberiku jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dramatisku tersebut melalui kejadian-kejadian kecil.
Tiba-tiba saja beberapa hari terakhir banyak notifikasi masuk dari akun substack ini, entah subcriber baru, likes, maupun komentar. Bukan, bukan jumlah yang kumaksud, tetapi fakta bahwa ada orang di luar sana yang membaca tulisanku, memberi komentar bahwa tulisanku yang ala kadarnya tersebut memberikan inspirasi dan manfaat kepada mereka. Sangat-sangat tidak biasanya substack itu ramai kecuali kalau abis kubikin di story tiktok gitu. So I feel like this might be part of the answer.
Hal itu seperti memberikan seporsi kecil jawaban atas pertanyaan
“tapi apa ya Allah? i feel useless bgt”
Seolah-olah Allah bilang kek
“tuh liat kamu tu ngga useless“
MasyaAllah, Maha baik Allah. Bahkan di saat aku sedang merasa futur aka lemah iman dan merasa banyak dosa, Allah masih peduli serta menjawab doa-doa ku.
#janganpernahberhentiberdoasobat
Surah Al-Baqarah ayat 186:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku...”
Oiya tentang life after graduate, banyak orang yang memiliki ekspektasi bahwa setelah kuliah pasti akan gampang untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi kalau lulusan luar negeri. Hmm gimana ya jelasinnya. Despite langka dan kompetitifnya pekerjaan yang linear dengan bidangku di Indonesia saat ini, banyak sekali aspek yang harus kupertimbangkan dalam mencari pekerjaan sebagai seorang muslimah.
“Gimana kalau perusahaan tersebut tidak membolehkanku memakai pakaian syari”
“Gimana nanti kalau pekerjaan ini mengharuskanku banyak berinteraksi dengan lawan jenis”
“Gimana nanti kalau ada aspek dalam pekerjaan yang membuatku melakukan apa yang Allah haramkan”
dan banyak lagi. Mungkin terdengar lebay for some of y’all. Tapi ada prinsip-prinsip pribadi yang aku pegang, so you do you i do me hehe.
Untuk siapapun yang sedang dalam tahap pencarian jati diri (asekk), jangan menyerah dan terus berusaha melakukan usaha terbaik yang kita bisa karena doa tanpa usaha itu gaakan jadi apa-apa. Btw ini namanya Tawakkal, yang artinya jika kita menginginkan sesuatu maka kita diharuskan untuk melakukan effort terbaik lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Misalnya nih, ketika kita apply beasiswa atau opportunity lainnya, jangan hati kita terlalu bergantung sama hasil, instead kita serahin itu kepada Allah. Whether or not nanti diterima, itu udah pasti yang terbaik buat kita. Dan enaknya kalau tawakkal tuh seandainya nanti belum diterima, kita gabakal kecewa sama outcomenya karena kita berharap kepada Allah bukan ke hasilnya. Semoga Allah selalu pertemukan kita dengan opportunity-opportunity yang penuh dengan keberkahan. Aaamiiin…..
Ali ‘Imran Ayat 159
Artinya: “... Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”
Mau bilang sekali lagi, bagaimanapun kehidupan kita sekarang, Allah tuh gapernah ninggalin kita. Jangan pernah ngerasa ga pantes buat meminta ke Allah meskipun kitanya banyak dosa kek gimanapun. Selama kita masih mau bertaubat (sebelum meninggal ofc) Allah pasti ampuni. Inget guys kalau kasih sayang Allah ke kita itu melebihi kasih sayang Ibu kita sendiri lohh.
Sama percaya deh, kita tuh dilahirin, diberi nafas sampai detik ini, bahkan Allah menggerakkan hati kalian untuk baca ini pastilah bukan sebuah kebetulan. Kita semua pasti punya perannya masing-masing, so jangan pernah ngerasa hidup kalian sia-sia dan jangan sibuk membandingkan hidup kita sama orang lain. Bagaimana bisa kita membandingkan hidup kita sama orang lain kalau starting pointnya aja udah beda? Lebih baik fokus aja sama diri sendiri untuk terus berkembang dan meningkatkan takwa asekk.
Sekian tulisan singkat kali ini dan semoga ada kebaikan yang bisa diambil.
Semua kebenaran dalam tulisan ini berasal dari Allah, segala kesalahan berasal dari diriku sendiri. May Allah forgive me and allow you to forget anything incorrect I said.
Allahumma Aamiiin…
Barakallahufikum, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

happy banget bisaa baca tulisan kakak lagii🥹, you know what? i learn a lot from you dan fyi aku yg nanyain your opinion batasan kakak ke lawan jenis and you made my day by writiing your opini di article🥰. Just wanna say thank you for being nice and survive in your life. Semoga nasimu selalu hangat, tidurmu nyenyak kembali dan sering2 nulis lagi kakk❤️🩹🫰
hi kak putri🤗, thank you udah menginspirasi lewat substack ini, kenalin aku followers barumu🫶🏻, happy bangett baca tulisan bagusmu dan kata-katanya mudah bangett di pahami🫰🏻